Feeds:
Posts
Comments

60 SIRAH SAHABAT RASULLULAH SAW

“60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW”
Sebuah terjemahan karya dari Khalid Muhammad Khalid, dengan judul asli “Rijal Hawlar-Rasul”.
Merupakan buku terbitan Al-I’tishom.

Menceritakan sejarah sahabat-sahabat Rasulullah SAW, yaitu:
1. Mush’ab bin Umair
2. Salman Al-Farisi
3. Abu Dzar Al-Ghifari
4. Bilal bin Rabah
5. Abdullah bin Umar
6. Sa’d bin Abi Waqqash
7. Shuhaib bin Sinan
8. Mu’adz bin Jabal
9. Miqdad bin ‘Amr
10. Sa’id bin ‘Amr
11. Hamzah bin Abdul Muthalib ra.
12. Abdullah bin Mas’ud
13. Hudzaifah bin Yaman
14. ‘Ammar bin Yasir
15. Ubadah bin Shamit
16. Khabbab bin Arat
17. Abu Ubaidah bin Jarrah
18. Utsman bin Mazh’un
19. Zaid bin Haritsah
20. Ja’far bin Abu Thalib
21. Abdullah Ibnu Rawahah
22. Khalid bin Walid
23. Qais bin Sa’d bin Ubadah
24. Umair bin Wahb
25. Abu Darda’
26. Zaid bin Khaththab
27. Thalhah bin Ubaidillah
28. Zubair bin Awwam
29. Khubaib bin ‘Adi
30. Umair bin Sa’d
31. Zaid bin Tsabit
32. Khalid bin Sa’id
33. Abu Ayyub Al-Anshari
34. Abbas bin Abdul Muthalib
35. Abu Hurairah
36. Bara’ bin Malik
37. Utbah bin Ghazwan
38. Tsabit bin Qais
39. Usaid bin Hudhair
40. Abdurrahman bin ‘Auf
41. Abu Jabir (Abdullah bin Amr bin Haram)
42. Amr bin Jamuh
43. Habib bin Zaid
44. Ubay bin Ka’b
45. Sa’d bin Mu’adz
46. Sa’d bin Ubadah
47. Usamah bin Zaid
48. Abdurrahman bin Abu Bakar
49. Abdullah bin Amr bin Ash
50. Abu Sufyan bin Harits
51. Imran bin Hushain
52. Salamah bin Akwa’
53. Abdullah bin Zubair
54. Abdullah bin Abbas
55. Abbad bin Bisyir
56. Suhail bin Amru
57. Abu Musa Al-Asy’ari
58. Thufail bin Amru Ad-Dausi
59. Amru bin Ash
60. Salim Maulana Abu Hudzaifah

S I A P

S – senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali, sehingga aku tidak boleh gagal
dan sia-sia tanpa guna.

I – ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugasku, perkara apapun yang terjadi kuserahkan
sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku.

A – aku harus sadar betul bahwa yang baik menurutku belum tentu terbaik bagiku menurut Allah,
bahkan mungkin aku terkecoh oleh keinginan harapanku sendiri.

P – pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amatlah terbatas, sedangkan pengetahuan
Allah menyelimuti segalanya, sehingga betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, hatiku
harus kusiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku, karena
mungkin itulah yang terbaik bagiku.

R E L A

R – realitas yang terjadi, yaa… inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani.

E – emosional, sakit hati, dongkol, atau apapun yang membuat hatiku menjadi kecewa dan sengsara
harus segera kutinggalkan, karena akan menyiksa diri sendiri, membuat diri ini lelah sendiri, lebih
baik aku menikmati apa adanya.

L – lubuk hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiranku harus
tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah.

A – apa boleh buat nasi telah menjadi bubur, maka yang harus kulakukan adalah mencari ayam,
cakweh, kacang polong, kerupuk, kecap, seledri, bawang goreng, dan sambal agar bubur ayam
spesial tetap dapat kunikmati.

M U D A H

M – menyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang
terus menerus dan tak mungkin pula malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada
ujungnya, begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya. Aku harus sangat sabar
menghadapinya.

U – ujian yang diberikan oleh Allah yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat
sehingga tak mungkin melapaui batas kemampuanku, karena Ia tak pernah menzalimi hamba-
hamba-Nya.

D – dengan pikiran bruk aku hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri. Tidak, aku tidak
boleh menzalimi diriku sendiri. Pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang, dan proporsional.
Aku tidak boleh terjebak mendramatisir masalah.

A – aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan, karena
lari sama sekali tidak menyelesaikan masalah bahkan sebaliknya hanya akan menambah
permasalahan. Semua harus kuhadapi dengan tegar, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh
kalah.

H – harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitupun persoalan yang kuhadapi, seberat apapun
seperti yang dijanjikan Allah, ìsesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan,
bersama kesulitan itu pasti ada kemudahanî. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh
Allah. Karena itu aku tak boleh mempersulit diri.

N I L A I

N – nasib baik atau buruk dalam pandanganku mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin
berbuat sesuatu yang sia-sia.

I – ini pasti ada hikmahnya. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila
disikapi dengan sabar dan benar.

L – lebih baik aku renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Bisa jadi sebagai
peringatan atas dosa-dosaku, kelalaianku, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi
Allah.

A – aku mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki.

I – i’tibar dari setiap kejadian adalah cermin pribadiku. Aku tak boleh gentar dengan kekurangan
dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini aku bertekad sekuat tenaga untuk
memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

A H A D

A – aku harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak
mungkin terjadi apapun tanpa izin-Nya.

H – hatiku harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah lah satu-satunya
yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

A – Allah Maha Kuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki.
Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia
berkehendak menolong hamba-hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya
pertolongan-Nya.

D – dengan demikian maka aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati-Nya dengan
mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya,
karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

4 Prinsip Sukses

1. Selalu memiliki Tujuan

Hindari menentukan tujuan berdasarkan tren sesaat atau standar-standar yang diinginkan oleh orang lain. Anda sendirilah yang tahu dan dapat menentukan tujuan apa yang akan anda raih.

2. Lakukan Tindakan Nyata

Jangan ragu untuk mengambil tindakan nyata dalam  mewujudkan mimpi anda. Perimbangan-pertimbangan yang terlalu rumit sebaiknya dikesampingkan saja karena hanya akan membuat anda ragu atau menunda-nunda.

3. Setingkat Lebih Tinggi

Teruslah belajar dan banyak berkonsultasi dengan para ahli agar dapat meraih kesuksesan yang lebih tinggi. Terimlah krtikan sebagai modal untuk meraih keberhasilan berikutnya.

4. Tahan Banting Hadapi Tantangan

Asalkan memiliki ketahanan mental, anda pasti dapat menghadapi setiap tantangan dalam bidang usaha yang ditekuni. Anda juga bisa kembali bangkit, jika mengalami kegagalan.

Makna Ibadah

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai mati mendatangimu,”(Al-Hijr: 99).

 

“Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

 

Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia, tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya-Nya adalah ibadah. Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah. Jadi Ibadah itu artinya luas bukan hanya ibadah mahdhoh (murni) saja seperti shalat, puasa, zakat dan haji, seperti dalam penjelasan Nabi saw bahwa cabang-cabang keimanan itu lebih dari enam puluh atau lebih dari tujuh puluh cabang. Paling utama adalah Lailaha illallah dan paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan. Tapi ibadah itu tidak berarti positif dunia maupun akhirat sampai memenuhi dua kriteria:

  1. Ibadah itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
  2. Ibadah itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw.

Satu syarat saja tidak diterima Allah, sampai betul memenuhi kedua persyaratan itu (lihat surat Al-Kahfi: 110 dan Al-Mulk: 2)

 

Oleh :

Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

 

6 Paling di Dunia

Ada 6 Pertanyaan Penting :

  1. Apa yang  paling dekat dengan diri kita di dunia ?
  2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
  3. Apa yang paling besar di dunia ?
  4. Apa yang paling berat di dunia ?
  5. Apa yang paling ringan di dunia ?
  6. Apa yang paling tajam di dunia ?

Mau tau jawabannya? baca seterusnya buat renungan kita bersama… Insyallah.

 

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu Imam Al Ghozali bertanya, Pertama,

“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.

Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar.

Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”.

Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

(Ali Imran : 185)

 

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.

“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab Negara China, bulan, matahari, dan bintang-bintang.

Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar.

Tapi yang paling benar adalah “Masa Lalu”.

Bagaimanapun kita, apa pun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu.

Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

 

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ke tiga.

“Apa yang paling besar di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawah gunung, bumi, dan matahari.

Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali.

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (Al A’Raf: 179).

Maka dengan itu kita harus hati-hati dengan nafsu kita, agar jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

 

Pertanyaan ke empat adalah,

“Apa yang paling berat di dunia ini?”

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah.

Semua jawapan semua benar, kata Imam Ghozali.

Tapi yang paling berat adalah “Memegang AMANAH” (Al Ahzab: 72).

Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) didunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka kerana ia tidak biasa memegang amanahnya.

 

Pertanyaan yang ke lima adalah,

“Apa yang paling ringan didunia ini?”

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan.

Semua itu benar kata Imam Ghozali.

Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “Meninggalkan Sholat”.

Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat, dan hal-hal keduniaan lainnya.

 

Lantas pertanyaan ke enam adalah,

“Apakah yang paling tajam di dunia ini?”

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam Ghozali.

Tapi yang paling tajam adalah “Lidah Manusia” .

Kerana melalui lidah, manusia dengan senangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

 

Pernahkah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?

Bersyukurlah dan bertaubatlah selalu.

 

Semoga renungan ini memberi manfaat.

 

Sumber: tidak diketahui, bagi yang tau mohon ditambahkan.

Muhasabah

“Dan akan Kami pasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seseorang dizolimi sedikit pun. Dan meskipun (amalan itu) hanya seberat biji sawi pasti akan Kami datangkan (pahalanya) dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Al-An biya’[21]:47)

 

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr[59]:18)

30 Kiat Menggapai Hidup Bahagia

Sumber buku: “30 Kiat Menggapai Hidup Bahagia” karya Dr. ‘Aid Abdullah al-Qarni.

  1. Mensyukuri Nikmat Allah
  2. Pergunakanlah Kesempatanmu Sebaik Mungkin
  3. Menyongsong Hari Esok dengan Penuh Optimis
  4. Bersabar dalam Menghadapi Cobaan dan Ujian
  5. Jangan Mengharap Pujian
  6. Berbuat Baik kepada Orang Lain
  7. Mengisi Waktu Kosong dengan Pekerjaan yang Bermanfaat
  8. Jadilah Dirimu Sendiri, Jangan Menjadi Oportunis
  9. Beriman kepada Qadha dan Qadar
  10. Di Balik kesusahan Pasti Ada Kemudahan
  11. Melihat Musibah dari Sisi Baiknya
  12. Berdoalah kepada Allah
  13. Jauhilah Kejahatan
  14. Yang Lalu biarlah Berlalu
  15. Keimanan adalah Kehidupan Hakiki
  16. Bersikap Lemah Lembut
  17. Memperbanyak Zikir
  18. Jauhilah Sifat Hasad
  19. Menerima Anugrah dengen Lapang Dada
  20. Mengunjungi Orang yang Terkena Musibah
  21. Dirikanlah Shalat
  22. Bertawakkal kepada Allah
  23. Lakukanlah Perjalanan (Rihlah)
  24. Bersabarlah
  25. Jangan Terbebani Musibah
  26. Memintalah Ganti kepada Allah
  27. Jangan Hiraukan Celaan Orang
  28. Jadilah Orang yang Paling Kaya
  29. Ingatlah Syurga yang Luasnya Seluas Bumi dan Langit
  30. Bersikaplah Tengah-tengah

Kalau mau liat penjelasan lebih lengkap liat bukunya.